Banyak yang penasaran dan bertanya-tanya, “Kalau mau jadi pramugari, harus punya pengalaman dulu nggak sih?” Apalagi buat fresh graduate, pertanyaan ini sering bikin minder duluan sebelum coba daftar.
Tenang. Yuk kita bahas dengan santai tapi tetap realistis.
1. Fresh Graduate Tetap Punya Peluang, Asal Siap Mental

Banyak calon pramugari bertanya
-tanya, “Apakah saya bisa menjadi pramugari tanpa pengalaman kerja?” Pertanyaan ini sangat wajar, terutama bagi fresh graduate yang baru lulus SMA atau SMK dan belum pernah bekerja sama sekali. Rasa minder sering muncul karena merasa kalah saing dengan kandidat lain yang sudah memiliki pengalaman di bidang hospitality atau pelayanan.
Padahal kenyataannya, sebagian besar maskapai membuka peluang besar bagi fresh graduate tanpa pengalaman sebagai pramugari sebelumnya. Dunia penerbangan memahami bahwa setiap kru kabin pasti memulai dari titik nol. Tidak ada pramugari yang langsung mahir tanpa melalui proses seleksi, pendidikan, dan training yang ketat. Bahkan kandidat yang nantinya lolos pun tetap harus menjalani pelatihan resmi dari maskapai sebelum benar-benar terbang.
Dalam proses seleksi pramugari, yang paling diperhatikan bukanlah pengalaman kerja di pesawat, melainkan attitude dan potensi diri. Maskapai ingin melihat bagaimana cara kamu berkomunikasi, bagaimana kamu menjaga kontak mata, bagaimana bahasa tubuhmu saat berdiri dan duduk, serta bagaimana kamu merespons pertanyaan dengan tenang dan percaya diri. Kepribadian yang ramah, sopan, dan mampu bekerja dalam tim sering kali lebih bernilai daripada sekadar pengalaman kerja.
Selain itu, kesiapan mental juga menjadi faktor penting. Profesi pramugari menuntut disiplin tinggi, kemampuan beradaptasi dengan jadwal yang dinamis, serta ketahanan menghadapi tekanan. Maskapai akan lebih tertarik pada kandidat fresh graduate yang menunjukkan kematangan berpikir dan keseriusan menjalani profesi ini dalam jangka panjang.
Karena itulah, pembekalan sebelum mengikuti seleksi sangat menentukan. Di Aeronef Academy, siswa tidak langsung “dilepas” tanpa persiapan. Mereka dibentuk secara bertahap, mulai dari penguatan mental, pelatihan public speaking, pembiasaan grooming sesuai standar industri penerbangan, hingga simulasi interview maskapai yang realistis. Lingkungan latihan yang menyerupai situasi seleksi membuat siswa lebih siap menghadapi tekanan sebenarnya.
Dengan latihan yang konsisten dan terarah, fresh graduate yang awalnya minder bisa berubah menjadi kandidat yang percaya diri dan profesional. Jadi, bukan soal sudah pernah bekerja atau belum, tetapi seberapa serius kamu mempersiapkan diri sebelum mendaftar menjadi pramugari.
2. Pengalaman Boleh Nol, Tapi Skill Harus Terlihat

Meskipun pengalaman tidak menjadi syarat utama, bukan berarti kamu bisa datang ke proses seleksi maskapai tanpa persiapan matang. Maskapai tetap mencari kandidat yang terlihat siap pakai dan memiliki dasar keterampilan yang kuat. Banyak pelamar gagal bukan karena tidak berpengalaman, tetapi karena kurang latihan dan tidak memahami standar yang diharapkan dalam dunia penerbangan.
Beberapa skill yang hampir selalu dinilai dalam seleksi pramugari antara lain kemampuan komunikasi yang jelas dan terstruktur, kemampuan berbahasa Inggris aktif, postur tubuh yang tegap dan proporsional, serta pembawaan diri yang elegan namun tetap ramah. Selain itu, cara menjawab pertanyaan interview juga sangat menentukan. Jawaban yang terlalu singkat, ragu-ragu, atau tidak fokus bisa mengurangi nilai, meskipun sebenarnya kandidat memiliki potensi besar.
Perlu dipahami bahwa semua keterampilan tersebut bisa dilatih. Public speaking bukan bakat bawaan semata. Bahasa Inggris bisa diasah dengan praktik rutin. Bahkan cara berjalan, tersenyum, dan berdiri pun memiliki standar tertentu dalam dunia pramugari. Konsistensi latihan akan membuat semuanya terlihat natural dan tidak kaku saat seleksi berlangsung.
Di Aeronef Academy, metode pembelajaran dirancang lebih banyak praktik daripada teori. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan tentang dunia penerbangan, tetapi langsung terlibat dalam simulasi briefing kru kabin, praktik safety demo, role play pelayanan penumpang, hingga latihan menjawab pertanyaan psikotes dan interview dengan berbagai skenario. Dengan pembiasaan ini, siswa belajar menghadapi tekanan dan berpikir cepat dalam situasi formal.
Pendekatan ini membantu membangun kepercayaan diri secara bertahap. Ketika sudah terbiasa berbicara di depan kelas, melakukan simulasi pelayanan, dan menerima evaluasi dari instruktur, siswa akan lebih siap saat menghadapi recruiter maskapai. Mereka tidak lagi terlihat sebagai “pemula tanpa pengalaman”, melainkan kandidat yang sudah memahami gambaran nyata dunia kerja kru kabin.
Intinya, pengalaman memang bisa menjadi nilai tambah, tetapi skill yang terlihat nyata saat seleksi jauh lebih menentukan. Dan skill tersebut tidak datang secara instan ia terbentuk melalui latihan yang konsisten di lingkungan yang tepat.
3. Pengalaman di Bidang Lain Bisa Jadi Nilai Tambah

Jika kamu memiliki pengalaman di bidang hospitality, customer service, hotel, restoran, atau bahkan aktif di organisasi sekolah dan kampus, itu bisa menjadi nilai tambah dalam proses seleksi pramugari. Dunia penerbangan sangat erat kaitannya dengan pelayanan, sehingga pengalaman menghadapi pelanggan atau bekerja dalam tim menjadi poin positif.
Namun, penting untuk dipahami bahwa pengalaman tersebut bukan syarat mutlak. Banyak juga kandidat yang lolos tanpa pengalaman kerja formal sama sekali. Yang terpenting adalah bagaimana kamu mampu mengemas pengalaman yang ada agar relevan dengan dunia penerbangan.
Di Aeronef Academy, siswa tidak hanya diajarkan teknik dasar menjadi pramugari, tetapi juga dibimbing dalam menyusun CV yang profesional dan strategis. Bahkan pengalaman sederhana seperti menjadi panitia acara sekolah atau kegiatan organisasi bisa disusun dengan cara yang menunjukkan kemampuan leadership, teamwork, dan komunikasi. Dengan arahan yang tepat, pengalaman apa pun bisa menjadi nilai jual yang kuat saat seleksi maskapai.
4. Semua Pramugari Tetap Harus Training dari Awal

Banyak orang mengira bahwa kandidat yang sudah berpengalaman akan langsung bekerja tanpa pelatihan ulang. Faktanya, setiap pramugari tetap wajib mengikuti training resmi dari maskapai tempatnya bekerja. Training ini mencakup keselamatan penerbangan (aviation safety), emergency procedure, pelayanan kabin, hingga standar operasional maskapai yang sangat detail.
Artinya, pengalaman bukan satu-satunya faktor penentu. Semua kru kabin harus mengikuti standar dan sistem yang sudah ditetapkan perusahaan. Disiplin, ketahanan mental, serta kemampuan beradaptasi justru menjadi aspek yang sangat penting selama masa training.
Karena itu, mengikuti pendidikan di lembaga yang memahami standar industri di Aeronef Academy dapat menjadi langkah awal yang strategis. Siswa sudah dikenalkan pada konsep dasar keselamatan penerbangan, etika kerja kru kabin, serta pembiasaan disiplin tinggi. Dengan fondasi ini, saat memasuki training resmi maskapai, kamu tidak lagi merasa asing atau kaget dengan ritme yang cepat dan aturan yang ketat.
5. Yang Paling Dicari Maskapai: Potensi dan Komitmen Jangka Panjang

Jika ditanya kembali, “Apakah pramugari harus berpengalaman?” maka jawabannya tidak selalu. Yang jauh lebih penting adalah potensi, komitmen, serta kesiapan menjalani karier dalam jangka panjang. Maskapai mencari individu yang siap bekerja dalam sistem terstruktur, mampu menghadapi tekanan, tetap ramah dalam situasi sulit, serta memiliki tanggung jawab tinggi terhadap keselamatan penumpang.
Profesi pramugari bukan hanya tentang tampil menarik dan bepergian ke berbagai kota atau negara. Di balik itu, ada tanggung jawab besar yang menuntut profesionalisme dan kedewasaan sikap. Oleh karena itu, proses pembentukan karakter menjadi sangat penting sejak awal.
Di Aeronef Academy, siswa tidak hanya difokuskan untuk lolos seleksi, tetapi juga dibekali mental kerja, etika profesional, serta pemahaman realistis tentang dunia penerbangan. Pendekatan ini membantu calon pramugari memahami bahwa karier ini membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kesiapan belajar terus-menerus.
Jadi, jika kamu belum memiliki pengalaman, jangan langsung merasa tidak layak. Selama kamu mau mempersiapkan diri dengan serius dan memilih tempat pembelajaran yang tepat seperti Aeronef Academy, peluang untuk menjadi pramugari tetap terbuka lebar. Pengalaman memang bisa menjadi nilai tambah, tetapi persiapan yang matang adalah kunci utama menuju karier impian di dunia penerbangan


